Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

CARA MERAWAT SEPEDA ONTHEL

       Sepeda onthel memerlukan perlakuan khusus, khususnya sepeda onthel yang telah berusia puluhan tahun. Merawat sepeda onthel sudah menjadi keharusan apalagi sepeda onthel tersebut habis kita gunakan dijalanan berdebu, becek maupun hujan. Debu-debu yang menempel rentan menjadi karat yang kurang sedap dipandang mata. Untuk itu kita harus sangat tekun dalam merawat sepeda onthel yang kita cintai.
Berikut adalah kiat-kiat merawat onthel, tidak perlu harus menjadi teknisi handal dan alat-alat mekanik yang mahal. Kita hanya perlu meluangkan waktu dan ada kemauan tinggi untuk merawat sepeda tersebut.

  • Lepaskan semua aksesoris yang menempel disepeda kita seperti tas, sadel dan lain-lain. Cucilah sepeda anda dengan air yang bertekanan sedang. Dan pakailah sabun atau sampo motor untuk membersihkannya. Gunakan sikat lantai untuk merontokan lumpur yang menumpuk disela-sela ban. Dan bersihkan hub, velg, jeruji dan rantai gir. Selanjutnya bilas dengan air bersih.
  • Keringkan sepeda anda sesegera mungkin dengan kanebo yang mudah menyerap air. Miringkan kekanan dan kekiri sepeda anda agar air yang terperangkap di dalam frame bisa keluar.
  • Bersihkan rantai dan gear dengan degreaser untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Tunggu sampai kering setelah itu lumasi dengan cairan pelumas rantai.
  • Optional** berilah zat pelapis frame untuk melindungi frame/rangka dari percikan kerikil-kerikil waktu kita gowes sepeda kita dijalan.
  • Poleslah frame/rangka sepeda onthel dengan minyak kelapa agar lebih mengkilap.Selanjutnya pasang semua aksesoris dan cek kembali baut-baut yang kendor dan kencangkan kembali. Cek pula rem, gir dan lampu. Dan pastikan juga tekanan angin di dalam ban sempurna. Pastikan semuanya telah tepasang dengan benar dan kencang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

SIMPLEX

Sepeda Simplex didirikan pada tahun 1887 di Untrecht-Belanda, oleh Charles Bingham bangsawan Inggris. Tahun 1896 perusahaan Simplex pindah di Amsterdam. Tahun 1952 perusahaan Simplex bergabung dengan Locomitief . Tahun 1967, Simplex, Locomutif, dan Juncker bergabung dalam Verenigde Nederlancshe Rijwielfabrik. Tahun 1968 pabrik sepeda Gazelle mengambil alih Simplex. Untuk sepeda simplex cycloide diproduksi sebelum PD II, sebelum tahun 1945.

Dan untuk sepeda simplex dames seri 5 yang satu ini, memang berasal dari seorang kolektor lamongan beberapa tahun yang lalu, masih terdapat ke orisinilannya seperti : frame, fork, slebor dpn/blkng, gir tengah, katengkas, stang dongklok otomatis khas simplex, tromol dpn/blkng, dudukan lampu dan kom2an, sepeda ini masih enak dikendarai, dan siap dipancal, silahkan diteliti dan dicermati.

Simplex dames seri 5 tampak utuh,
cat masih 50% kemerahan ori
Tampak belakang terlihat slebor belakang
terdapat logo simplex "S"

Stang dongklok otomatis khas simplex

Logo simplex masih ori

Tromol depan simplex ori dan velg depan
belakang mentol 36

Ciri khas simplex tromol terdapat jalu di fork

Braket atau gir tengah ori simplex, terlihat jalu
diantara tube "T" ciri khas simplex tromol

Tromol belakang ori simplex, dan standar
KOBA japan

No. seri 5xxxx, masih terlihat jelas

Dudukan lampu dan kom2xan masih ori

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

FONGRES

Fongers HF55

Fongers adalah salah satu produsen sepeda dari negara Belanda, di Groningen. Berawal dari Tahun 1884 - 1971. Dengan masa keemasaan 1895 - 1925, dimana Fongers telah berkontribusi pada perkembangan sepeda (toerfitsen) sebagai produsen sepeda yang berkualitas. Sejarah panjang sepeda Fongers ini dapat dibaca lebih jauh di FONGERS(dot)NET oleh Jos Rietveld.
Sepeda Fongers juga di export ke Indonesia, dimana saat jaman kolonial Belanda. Sehingga saat ini masih dapat diketemukan sepeda tua dengan merek Fongers ini beredar di jalanan atau di komunitas-komunitas penggemar sepeda tua. Sepeda Fongers menjadi salah satu merek yang dicari oleh kolektor dan penggemar sepeda tua. Hal ini mungkin karena Fongers memiliki sejarah panjang dalam hal industri sepeda, sejarah bangsa Indonesia dan  juga karena keunikan sepeda ini yang tidak diketemukan disepeda lain.
Keunikan Fongers yang ditemukan pada setiap sepedanya adalah, penomeran sepeda yang sangat jelas. Baik itu sepeda tipe paling mahal sampai paling murah tetap megacu pada sistem penomeran yang standard. Untuk ciri khas lain sepeda fongers mungkin bisa dibilang sama saja dengan sepeda lain, yaitu model slebor, model rem, dan lain-lain.
Saya punya satu sepeda Fongers, tipe HF55, dengan nomer rangka 2661-49 dan nomer barrel (bracket) 132549. Jika dibaca maka buatan tahun 1926, produksi ke 6100 urutan 49, sedankan urutan produksi dari awal adalah sepeda no 132.549. Sepeda dengan sistem rem torpedo.
 Fongers Numbering
 Fongers Numbering
Yang saya rasa dari sepeda ini adalah, posisi duduk yang tegak, stang yang cukup tinggi sehingga pundak dan lengan terasa relax, dan juga rangka sepeda ini terasa lebih ringgan dari sepeda lain yang seukuran.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

SEJARAH SEPEDA ONTHEL



 Sepeda adalah benda transportasi yang sederhana, tanpa motor sehingga di Indonesia dikenal sebagai kereta angin
Sejarah, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Perancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih "primitif". Ada yang bilang tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang, tapi konstruksinya dari kayu.
Adalah seorang Jerman bernama sang Baron Karls Drais von Sauerbronnt yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden , ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.
Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan "mesin" khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah "berani" menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).
Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Prancis, Ernest michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Prancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.
Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang).
Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Conventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan  James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.
Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan  Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan Mobil dan Sepeda Motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.
Jenis-Jenis
Kini sepeda mempunyai beragam nama dan model. Pengelompokan biasanya berdasarkan fungsi dan ukurannya.

Sepeda gunung-digunakan untuk lintasan off-road dengan rangka yang kuat, memiliki suspensi, dan kombinasi kecepatan sampai 27.
Sepeda jalan raya-digunakan untuk balap jalan raya, bobot keseluruhan yang ringan, ban halus untuk mengurangi gesekan dengan jalan, kombinasi kecepatan sampai 27
Sepeda BMX-BMX merupakan kependekan dari bicycle moto-cross, banyak digunakan untuk atraksi
Sepeda mini-termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda anak-anak, baik beroda dua maupun beroda tiga
Sepeda angkut-termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda kumbang, sepeda pos
Sepeda lipat-merupakan jenis sepeda yang bisa dilipat dalam hitungan detik sehingga bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah

Sejarah Sepeda Gunung

Sepeda gunung sebenarnya merupakan modifikasi dari sepeda yang digunakan di jalan raya. Sepeda jalan raya dibuat hanya untuk digunakan sebagai alat transportasi di jalan raya. Jika digunakan di daerah pegunungan (di jalan yang terjal) sepeda ini akan mudah sekali mengalami kerusakan. Hal ini membuat beberapa orang berupaya untuk menciptakan sepeda yang kuat untuk segala jenis medan.
Sepeda gunung, atau lebih dikenal dengan MTB (Mountain Bike) maupun ATB (All Terrain Bike), adalah sepeda yang dirancang khusus untuk bisa bertahan dalam melewati daerah pegunungan yang memiliki jalan yang tidak rata dan banyak bebatuan. Sepeda ini mempunyai disain ban yang lebih lebar dibanding sepeda jalan raya, yang bertujuan untuk mendapatkan traksi yang lebih baik.
Ada banyak perdebatan mengenai asal mula sepeda gunung pertama kali digunakan. Menurut beberapa catatan, sepeda gunung pertama kali diuji coba oleh Buffalo Soldiers, salah satu bagian dari angkatan darat Amerika Serikat. Sepeda ini dipersiapkan untuk melalui jalanan pegunungan oleh militer Amerika Serikat. Uji coba sepeda ini dilakukan oleh seorang serdadu yang membawa seorang perwira dari Missoulla melewati Montana menuju ke Yellowstone dalam perjalanan pulang dan pergi. Uji coba ini dilakukan pada bulan Agustus 1896.
Pada kisaran tahun 1930an sampai dengan 1950an, Joe Breeeze mengembangkan konsep sepeda yang serbaguna. Joe Breeze, yang tinggal di daerah Marin County, California, ini mengembangkan sepeda dengan bar-tire yang berkualitas tinggi. Sepeda ini menggunakan ban ‘balloon’ dengan satu tingkat kecepatan. Sepeda buatan Joe ini sempat menjadi trend pada masa itu.
Pada rentang waktu tahun 1951 sampai dengan 1956, sebuah komunitas di Perancis yang bernama Velo Cross Club Parison (VCCP), yang terdiri dari 20 orang pemuda yang gemar bersepeda, mengadakan sebuah kegiatan olah raga yang menjadi dasar dari olah raga sepeda gunung pada saat ini. Pada kegiatan olah raga tersebut, semua anggota dari VCCP menggunakan sepeda yang dimodifikasi khusus untuk kegiatan tersebut, yang diberi nama French 650-B.
Pada tahun 1953, John Finley Scott dari Amerika Serikat mengembangkan sebuah sepeda yang merupakan cikal bakal dari pembuatan sepeda gunung moderen. Sepeda yang dikembangkan oleh John Finley Scott ini diberi nama ‘Woodsie Bike’. Sepeda ini menggunakan frame dengan disain bentuk diamond yang dikembangkan oleh Schwin World. Selain itu sepeda ini menggunakan ban angin yang menggunakan ban dalam. Untuk meningkatkan keamanan, pada sepeda ini dilengkapi juga dengan flat-handle bars yang berfungsi sebagai pengaman dan penguat sepeda saat menjelajahi daerah pegunungan.
Untuk mengatur kecepatan dan percepatan sepeda ini, terdapat derailleur gears yang memudahkan pengendara untuk mengaturnya. Hal ini dapat mengurangi beban pengendara sehingga tidak terlalu berat dalam menjalankannya. Sedangkan untuk keamanan dan memaksimalkan hasil pengereman, maka pada sepeda ini dilengkapi dengan cantilever brakes.
Sekitar tahun 1970an, ada sebuah komunitas sepeda di California, Amerika Serikat yang ikut serta dalam pengembangan sepeda gunung. Komunitas tersebut bernama The Cupertino Riders alias the Morrow Dirt Club. Komunitas ini mengembangkan sepeda gunung yang dilengkapi dengan thumbshift operation. Selain itu komunitas yang bertempat di Cupertino, California ini mengaplikasikan rem yang biasa digunakan pada sepeda motor. Rem berbentuk piringan ini dipasangkan pada sepeda gunung buatannya. Sepeda ini mampu memenangkan berbagai kejuaraan yang digelar pada masa tersebut. Namun hal ini hanya bertahan sampai dengan tahun 1994.
Pada tahun 1977 Joe Breeze kembali ‘bermain’ dengan konsep-konsep sepeda gunung. Kali ini Joe mengembangkan sepeda gunung yang menggunakan bahan logam yang ringan untuk bagian bodi sepeda buatannya. Selain menggunakan logam yang ringan, sepeda buatan Joe juga dilengkapi dengan ukuran ban yang cukup lebar. Ban yang digunakannya berukuran 26 inci x 2â…› inci. Jenis ban yang digunakan oleh Joe adalah jenis ban Uniroyal Knobby.
Sedangkan pelek yang digunakan pada sepeda ini adalah pelek Schwin S2. Selain itu juga dilengkapi dengan Phil Wood hubs. Sepeda ini cukup diminati. Joe Breeze akhirnya membuat 10 buah sepeda jenis ini pada bulan Juni 1978.
Pada rentang waktu akhir tahun 1970an sampai dengan awal 1980an, banyak industri sepeda yang mulai mengembangkan produksi sepedanya dengan menggunakan bahan material ringan yang berteknologi tinggi. Jika Joe Breeze melakukannya pada tahun 1978, lain halnya dengan Tom Ritchey. Bersama dengan Gary Fisher dan Charlie Kelley, Tom Ritchey membentuk sebuah firma yang mempruduksi sepeda dengan teknologi mutakhir. Perusahaan dengan nama MountainBikes ini turut ambil bagian dalam pameran industri perdagangan pada tahun 1983. Disain sepeda yang dihasilkan oleh perusahaan ini mengambil dasar dari sepeda jalan raya. Hanya saja pada sepeda gunung ini digunakan frame yang lebih lebar dan garpu penahan ban juga disesuaikan untuk menahan ban yang lebih lebar.
Untuk bagian handlebar juga berbeda. Pada sepeda gunung ini digunakan handlebar yang lurus, tanpa ada yang melengkung seperti pada sepeda untuk jalan raya. Selain itu, ada beberapa bagian dari sepeda ini yang mengambil disain dari sepeda BMX yang sudah ada.
Pada tahun 1983 untuk pertama kalinya sepeda gunung diproduksi secara masal. Produksi masal sepeda gunung ini pertama kali dilakukan di negeri Jepang oleh perusahan industri sepeda Specialized. Model yang digunakan pada sepeda ini mengambil disain dari sepeda hasil kreasi dari Tom Ritchey. Perbedaannya pada sepeda ini telah menggunakan 15 buah gir. Hal ini semakin meningkatkan performa dari sepeda gunung tersebut, juga membuat pengendara semakin mudah menggunakannya.

 
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0